Ada perilaku menarik yang dilakukan
para suporter sepakbola Jepang di Brasil sesudah menyaksikan laga sepak
bola piala dunia beberapa waktu yang lalu. Sesudah pertandingan selesai,
bahkan sesudah tim kesayangannya kalah, para suporter ini mengumpulkan
sampah yang berserakan di stadion. Hal ini konon dilakukan juga pada
momen-momen piala dunia periode sebelumnya. Artinya perilaku ini telah
menjadi suatu kebiasaan cinta lingkungan yang tertanam kuat di dalam diri mereka.
Bagaimanakah jika kita bandingkan dengan yang terjadi di negeri ini?
Perilaku membuang sampah dan perilaku lain yang jauh dari rasa cinta lingkungan
ternyata banyak dijumpai di berbagai daerah. Masalah sampah menjadi
masalah yang tampaknya sudah kronis bahkan menjadi ancaman serius di
beberapa kota besar.
Sulitkah membuang sampah pada tempatnya? Meski tampaknya mudah
dilakukan namun pada kenyataannya jika kita melihat di jalan-jalan di
kanan dan kiri kita, banyak sampah yang dibuang sembarang. Banyak warga
yang bahkan tampak tidak sabar dan memasang peringatan dilarang membuang
sampah dengan mencantumkan denda dalam jumlah yang fantastis.
Dan jika kita mengabaikan perawatan lingkungan di sekitar kita dengan
berbagai perilaku negatif seperti membuang sampah sembarangan,
menggunduli dan membakar hutan, dan lain sebagainya, mungkin akan tiba
waktunya alam menjadi marah dan mengingatkan kita lewat berbagai bencana
yang mungkin timbul. Kabut asap yang menyesakkan, banjir, bahkan
pemanasan global sudah bukan hal yang jarang kita dengar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar